Tag Archives: berita riau

Pemerintah Investigasi Ulang Pembakar Lahan

PELAKU pembakaran lahan di Riau diperkirakan akan bertambah. Berdasarkan fakta lapangan dan pemeriksaan ground check dari satelit, empat perusahaan diindikasikan sebagai pelakunya.

“Kami memberangkatkan 21 penyidik PNS Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Balai Lingkungan Hidup Riau ke lokasi pembakaran untuk menginvestigasi ulang,” kata Deputi Penegakan Hukum Lingkungan KLH Sudariyono, di Jakarta, kemarin.

Para penyidik, tambah dia, akan berada di Riau selama 6 bulan. Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, tambah Sudariyono, memberi target kepada para penyidik untuk memberkaskan kasus tersebut sampai P-21 atau dinyatakan lengkap untuk diadili di peng adilan.

“Ada perusahaan yang sama sedang disidik karena terlibat dalam kebakaran lahan pada Juni 2013 dan diduga terlibat lagi pada kebakaran kali ini.
Berdasarkan indikasi awal, perusahaan yang sama yang terlibat pada 2013 dan kali ini ialah SRL, RUJ, SPM, dan BMN,” tambah Sudariyono.

Lebih lanjut, ia mengatakan, KLH sedang memberkaskan delapan perusahaan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kebakaran lahan pada 2013. Perusahaan-perusahaan itu ialah PT Adei Plantation, PT Jatim Jaya Perkasa, PT Bumi Reksa Nusa Sejati, dan PT Langgam Inti Hibrindo yang merupakan perusahaan sawit. Empat perusahaan lainnya terdiri dari PT Sumatera Riang Lestari, PT Sakato Prama Makmur, PT Ruas Utama Jaya, dan PT Bukit
Batu Hutani Alam.

Sementara itu, di hadapan Gubernur Riau Annas Maamun, Kapolda Riau Brigadir Jenderal Condro Kirono dan Kapolres Bengkalis Andry Wibowo mengatakan para tersangka pembakaran mengaku aparat desa juga ikut terlibat.
Pasalnya, mereka membeli lahan di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bengkalis, itu dari seseorang dan disaksikan kepala desa.

“Kami tidak tahu itu kawasan lindung. Lahan itu kami beli seharga Rp16 juta-Rp18 juta
per hektarenya. Setelah itu, aparat desa membuatkan suratsuratnya seharga Rp1,5 juta,” ujar SM, 49, di Media Center Posko Satgas Operasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap, Pekanbaru.
Di sisi lain, Gubernur Riau Annas Maamun mengatakan surat resmi yang dimiliki pelaku itu ilegal. Gubernur pun memerintahkan polisi menangkap Kepala Desa Tasik Serai UM karena telah mengeluarkan izin serampangan, terlebih lahan yang dijual merupakan lahan konservasi. (Vie/BG/RK/X-7/MEDIA INDONESIA,21/03/2014)

Bandara SSK II, Normal Maskapai Kembali Terbang

Pekanbaru, Zamrudtv –Aktifitas bandara sultan syarif kasim dua Pekanbaru, Riau, mulai berjalan seperti biasanya meski belum sepenuhnya normal seperti sediakala. Beberapa penumpang terlihat memenuhi bandara SSK dua baik sekedar mencari informasi tentang jadwal maskapai yang ditumpanginya, maupun yang mau berangkat hari ini.

Jarak pandang hari ini mulai membaik di landasan pacu bandara ssk dua pekanbaru yang berkisar sekitar 8 kilometer. Hal ini membuat, semua peswat yang take off atau landing berjalan normal seperti biasanya.

Beberapa informasi dari rekan-rekan pebisnis sewa mobil Pekanbaru, klien mereka yang membatalkan order. Kembali konfirmasi untuk kedatangan ke Kota Bertuah.

Namun tidak semua maskapai yang telah membuka penerbangan ke baik kedatangan maupun keberangkatan ke bandara ssk dua pekanbaru, seperti Air Asia, Silk Air dan Sky Aviation, masih tetap tutup hingga tanggal 19 maret ini. Sementara sejumlah maskapai yang beroperasi, masih membatasi penerbangan dari jadwal penerbangan normal. Lion air yang biasanya ada 24 penerbangan satu hari, hari ini cuma ada enam penerbangan.

Dari 78 penerbangan baik kedatangan maupun keberangkatan, 48 penerbangan membatalkan semua jadwal penerbangan, karena masih khawatir dengan cuaca yang melanda propinsi Riau. Sedangkan 30 penerbangan tetap melayani penumpang seperti sediakala.

Hari ini kabut asap yang biasa menyelimuti kota pekanbaru mulai menipis, data dari satelit noaa 18 yang dikeluarkan posko satgas penanggulangan karhutla tanggal 16 maret tidak ada terpantau titik api satupun di Riau. (Tim/zamrudtv.com)

Perusahaan Penerima Kayu Izin Ilegal Riau Dibidik KPK

-Perusahaan penerima kayu hasil hutan dari izin ilegal di Riau, nampaknya harus bersiap. Pasalnya, Komisi Pemberantas Korupsi telah memberi sinyal bakal ada tersangka baru dalam kasus kehutanan yang menjadikan mantan Gubernur Riau Rusli Zainal sebagai terdakwa.

Seperti dikutip Antara, Jumat(20/12), juru bicara KPK Johan Budi telah memberi sinyal untuk menetapkan tersangka dari pihak perusahaan terkait korupsi kehutanan di Kabupaten Pelalawan dan Siak, Riau.

“Kita lihat saja nanti hasil persidangan untuk terdakwa RZ (Rusli Zainal) seperti apa,” kata Johan Budi.

Dalam fakta persidangan, baik dari sidang mantan Bupati Siak Aswin, mantan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar, mantan Bupati Kampar Burhanudin dan mantan Gubernur Riau HM Rusli Zainal, terungkap nama-nama perusahaan yang terlibat. Diantaranya, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) serta PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP).

Menurut keterangan dari sejumlah saksi yang dihadirkan untuk terdakwa sebelumnya dan terdakwa Rusli Zainal, dua perusahaan ini dinyatakan terlibat karena menerima kayu hasil hutan dan melakukan alihfungsi lahan menjadi hutan tanam industri secara ilegal.

Fakta persidang untuk terdakwa Rusli Zainal dengan saksi mantan Kepala Dinas Kehutanan Pelalawan (2004), Edi, sebelumnya juga mengungkap adanya aliran dana suap terkait pengurusan izin pengelolaan kawasan hutan di daerah itu oleh PT Merbau Pelalawan Lestari.

Sumber: zamrudtv.com