Toyota Motor Corp Tarik Masif 6,4 Juta Mobil

Produk Kijang Innova, Fortuner, dan Yaris yang dijual di Indonesia tidak ada yang di-recall.
Kesalahan produksi bisa terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali produ sen mobil terbesar dunia, Toyota Motor Corp. Raksasa otomotif asal Jepang itu akan menarik (recall) lebih dari 6 juta kendaraan dari peredaran secara global karena kesalahan produksi.

Reuters melansir, kemarin, kesalahan produksi di beberapa bagian, mulai dari kemudi sampai kursi, memaksa Toyota untuk menarik sekitar 6,39 juta kendaraan mereka.

Penarikan masif demi alasan keamanan itu merupakan yang terbesar kedua setelah pada Oktober 2012 Toyota me-recall hingga 7,43 juta mobil. Penarikan kendaraan model Yaris, Corolla, dan beberapa lainnya saat itu bertujuan memperbaiki kesalahan produksi pada tombol buka tutup jendela.
Kali ini, Toyota menemukan lima “gangguan” keamanan pada 27 model mobil mereka, termasuk Camry yang populer, RAV4 SUV, dan Corolla. Namun, produsen mobil itu mengakui tidak mengetahui apakah ada insiden yang telah terjadi berkaitan dengan kesalahan produksi tersebut.

Lebih lanjut, Toyota mengatakan kesalahan itu juga mereka temukan pada model Pontiac Vibe dan Subaru Trezia, dua model yang dibuat untuk General Motors dan Fuji Heavy Industries.
“Kami mohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan ini,” demikian pernyataan pihak Toyota, kemarin.
Bulan lalu, Toyota baru saja menyepakati pembayaran denda US$1,2 miliar kepada pemerintah AS.Denda yang merupakan rekor itu dibayarkan lantaran Toyota dianggap menahannahan informasi yang terkait kondisi percepatan yang tidak terkendali pada sejumlah besar kendaraan-kendaraan mereka di waktu lalu.

Terkait penarikan yang diumumkan kemarin, Toyota menyebut 3,5 juta kendaraan di-recall untuk mengganti kabel spiral yang rentan rusak saat kemudi dinyalakan. Itu dapat menyebabkan kantung udara tidak aktif saat terjadi benturan kecelakaan. Setengah dari jumlah tersebut diproduksi antara April 2004 dan Desember 2010 di Amerika Utara.
Sementara itu, 2,32 juta kendaraan lain yang bermodel tiga pintu ditarik untuk pengecekan ulang jalur kursi yang meluncur ke depan saat ada kecelakaan. Sisanya ialah untuk memperbaiki kesalahan pada lingkaran kemudi, starter mesin, dan wiper (pembersih kaca depan).

Meskipun jumlah kendaraan yang ditarik relatif besar, Toyota tidak menyebut total kerugian yang ditimbulkan. Bahkan, mereka pun belum mengetahui apakah kesalahan berasal dari pemasok ataupun pada saat proses manufaktur.
Sudah koordinasi Saat dihubungi kemarin, GM Corporate Planning and Public Relations Toyota Astra Motor Widyawati Soedig do mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak manufaktur. Produk Kijang Innova, Fortuner, dan Yaris yang dijual di Indonesia tak ada yang di-recall, jelasnya.

Ia menuturkan, tidak ada model tersebut yang ditarik dari pasar Indonesia karena spesifikasi spiral kabel model yang di-recall berbeda dengan spiral kabel model yang dijual di Indonesia.
Innova dan Fortuner yang di-recall spesifikasinya beda dengan yang dijual di Indonesia. Spiral kabel yang di-recall memiliki 5-7 channel, sedangkan yang dijual di Indonesia memiliki 14 channel yang tersambung dengan airbag dan radio control,” jelasnya.

Adapun model RAV4 SUV di pasar Indonesia diproduksi di Thailand sehingga pihak Toyota Indonesia masih menunggu konfirmasi dari pihak manufaktur Thailand apakah perlu ditarik dari peredaran atau tidak. Setelah ada konfirmasi akan segera kita umumkan,” ucap Widyawati. (E-2/MEDIA INDONESIA,10/04/2014, HAL : 19)