Penggantian Antar Waktu di DPRD Riau Rampung

DPRD Provinsi Riau melakukan dua pergantian antar waktu (PAW). Satu di antaranya untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan yang sebelumnya ditempati Taufan Andoso Yakin dan kini menjadi terpidana kasus korupsi suap PON XVIII.

Sekretaris DPRD Riau Zulkarnain Kadir, Jumat(18/10) mengatakan telah ada Surat Keputusan untuk dua PAW dari Kementerian Dalam Negeri.

Pertama adalah untuk PAW untuk Rita Zahara, legislator dari fraksi Demokrat yang digantikan oleh Nasaruddin.

Sedangkan, PAW lainnya adalah Azmi Setiady yang mengisi kekosongan pimpinan menjadi Wakil Ketua DPRD Riau menggantikan Topan Andoso Yakin. Azmi Setiady berasal dari Fraksi PAN.

Pelantikan Wakil Ketua DPRD Riau yang baru, lanjutnya, akan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi. Sedangkan, untuk Nasaruddin bakal dilantik oleh Ketua DPRD Riau Johar Firdaus.

Sebelumnya, Taufan Andoso Yakin divonis empat tahun penjara untuk kasus suap PON Riau 2012 di Pengadilan Tipikor, Pekanbaru, pada Februari 2013.

Sebelumnya, DPRD Riau juga melakukan PAW terhadap dua anggota DPRD Riau yang juga tersangkut kasus suap tersebut. Mereka adalah Faisal Aswan (Partai Golkar) dan Muhammad Dunir (Partai Kebangkitan Bangsa), yang juga dihukum masing-masing empat tahun penjara.

Sedangkan, tujuh legislator lainnya, yang kini juga berstatus terpidana kasus serupa, masih dalam proses PAW. Mereka adalah Zulfan Heri dan Abu Bakar Siddik (Partai Golkar), Syarif Hidayat dan Rum Zen (PPP), Adrian Ali (PAN), Turoechan Asyhari (PDI-P), dan Tengku Muhazza (Partai Demokrat).

Menurut Sekwan DPRD Riau, Pergantian Antar Waktu untuk anggota DPRD Riau yang sudah memiliki ketetapan hukum, tinggal menunggu SK Mendagri. “Namun, ada dua orang yang tunggu keputusan dari KPU Riau, yakni untuk Abu Bakar dan Adrian Ali,” ujar Zulkadir. Sumber zamrudtv.com